Kontroversi di Balik Lagu Queen “Another One Bites The Dust”

by -
Kontroversi di Balik Lagu Queen, “Another One Bites The Dust”
(Queen-Freddie Mercury. IMDb/Youtube)

Bintangtamu.id – Lebih dari 40 tahun sejak diciptakan, lagu ikonik Queen, “Another One Bites The Dust”, tak pernah surut dari kontroversi. Banyak yang mengaitkannya dengan pesan terselubung berupa ajakan untuk mengkonsumsi narkoba. Benarkah demikian?

Tudingan-tudingan miring mengenai lagu “Another One Bites The Dust” terutama dilontarkan oleh para pemuka agama. Lagu yang diciptakan oleh bassist John Deacon di album “The Game” yang dirilis tahun 1980 itu dianggap mengajak orang ‘high’ dengan mengkonsumsi ganja.


Lebih dari itu, para pemuka agama juga menganggap musik rock adalah bagian dari okultisme dan pemujaan terhadap setan.

Untuk membendung kegandrungan generasi muda kala itu pada musik rock, tokoh-tokoh agama yang puritan ini tak jarang menyebarkan rumor aneh-aneh. Mereka menuduh para musisi rock memanfaatkan musik untuk menyampaikan pesan-pesan tak bertanggung jawab yang akan terus mengendap di alam bawah sadar para penggemarnya.

Salah satu korban sebaran desas desus ini adalah grup rock legendaris asal Inggris, Queen.

Link Banner

Michael Mills, pendeta di Youth And Evangelism At The Family Altar Chapel, Battle Creek, Michigan, merupakan tokoh penting sekaligus pembawa acara di berbagai program radio untuk gerakan pemurnian agama di masa itu. Pendeta Mills juga yang pertama kali mengungkap pesan sublimal (bawah sadar) pada lagu beberapa lagu Queen.

“Grup musik Queen mempunyai pesan untuk Anda. Dalam album “A Night At The Opera”, mereka menyanyikan ‘Beelzebub menempatkan iblis di sisiku’ (lirik dalam lagu “Bohemian Rhapsody”, red). Sementara di hit mereka, “Another One Bites The Dust”, ada pesan tersembunyi mereka. Jika diputar balik, lagu itu menyarankan ‘nikmat merokok mariyuana’,” kata Mills.


Sedangkan James Gilbert, seorang pendeta di Church of Christ di Kaufman, Texas, AS, pernah mewanti-wanti di Iowa Telegraph Herald bahwa musik rock yang digemari di tahun 1980-an sarat dengan pesan-pesan sublimal yang menyesatkan.

“Pesan-pesan sublimal ini tak kasat mata. Pikiran sadar Anda mendengar satu hal, tetapi pikiran bawah sadar Anda menangkapnya lain. Itu mengerikan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.