Neil Young Desak Spotify Tarik Semua Karyanya Terkait Disinformasi Soal Vaksin

by -
Neil Young Desak Spotify Tarik Semua Karyanya Terkait Disinformasi Soal Vaksin
(Neil Young. Frazer Harrison/Getty Images)

Bintangtamu.id – Penyanyi sekaligus pencipta lagu, Neil Young, mendesak Spotify menarik semua lagunya dari platform streaming tersebut. Alasannya, Spotify dianggap justru menambah runyam disinformasi terkait vaksin Covid-19.

“Saya melakukan ini karena Spotify menyebarkan informasi palsu tentang vaksin yang berpotensi menyebabkan kematian bagi mereka yang percaya disinformasi yang disebarkannya,” demikian pernyataan resmi Neil Young.

Dikutip dari situs Rolling Stone, rocker gaek itu menulis surat terbuka kepada manajemen dan label rekamannya untuk sesegera mungkin meminta Spotify tak lagi memajang seluruh karya musiknya dari platform streaming tersebut.

“Saya ingin Anda memberitahu Spotify saat ini juga bahwa saya ingin semua musik saya dihapus dari platform mereka. Mereka boleh memilih (Joe) Rogan atau Young. Tapi tidak keduanya,” tegasnya.

Kekesalan Neil Young ini merujuk pada podcast populer “The Joe Rogan Experience” yang banyak dikecam karena disinformasi soal vaksin yang diumbar oleh tuan rumah dan para pembicara tamu yang diundang.

Link Banner
Joe Rogan
(Joe Rogan yang podcast-nya dituding kerap menyebarkan misinformasi terkait vaksin Covid-19. NBCUniversal/Getty Images)

Musisi yang masuk Rock & Roll Hall Of Fame di tahun 1995 itu dikenal sangat vokal menyuarakan pentingnya vaksinasi Covid-19 selama pandemi. Dia juga pernah terang-terangan mengatakan tak akan menggelar tur sampai dia dan penontonnya betul-betul aman sepanjang pertunjukkan.

“Saya tak mau menempatkan orang-orang dalam bahaya,” katanya pada Desember 2021 lalu.

Sebaliknya dengan Joe Rogan yang kerap mengundang kontroversi karena pandangan ekstrimnya soal vaksin.

Akhir tahun lalu, 270 dokter, ilmuwan dan pakar medis menandatangani surat terbuka yang meminta Spotify agar menghapus “The Joe Rogan Experience” dari situsnya. Mereka menilai “teori konspirasi tak berdasar” yang digembar gemborkan sang host di acara tersebut dapat menggiring pada misinformasi dan sentimen anti-vaksin yang kian memperkeruh penanganan pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *